Rabu, 25 Mei 2011

Bersandar sejenak

merilisnya dalam jembatan rapuh
dalam curam yg tak lekang menghanyut
ribuan prahara membenam sanubari
dalam ujung yang bukan hasrat

bersandar ku dalam bara
hanya lengkingan tajam merambah dalam
buyarkan lamunan nyata
meriakkan keluh tertahan

bersandar ku dalam buaian
ijin bukan jawaban
hanya waktu menjawab pilu
tanya ,adakah murni dalam belenggu.....

Jumat, 01 April 2011

Isakan

Hanya lebih bila tak merasa
Aku duri yang menyakitkan
Aku racun yang membinasakan
Aku kotor yang mengeruhkan

Jangan dekat denganku
Larilah...
Tinggalkan kesendirian ini
Hingga ajal datang

Aku hanya lahir saat isakan
Terdamparpun dalam tangisan
Biar hujan berpeluruh
Membawa kehancuranku

Tak ada kerabat
Jua sahabat


Tinggalkan ...
Agar kau tersenyum
Tak binasa kena bisaku
Puaskanlah kau
Biar ku menghilang
Menjadi tetesan tak berlabuh....

Rabu, 30 Maret 2011

Lindungan



Payungku....
Biarlah menjagaku dari panas mentari
Biarlah hujan tak basahi
Meski berat ku bawa

Menemani setiap langkah
Menghibur dalam deraian
Mematri dalam dinginku
Melelapku dalam galau panjangku

Payung hitam
Artian lebih saat musim berganti
Meski kadang ingin segar derasnya
Ingin hangat paginya
Tak kan bergeming dari hidupku

Kulepas hujan berpetir
Kulambaikan mentari nikmati hari
Biar sekilas...
Ku rasakan adamu.....
Rasamu....
Tapi lindunganku tetap abadi.

Selasa, 29 Maret 2011

Aku

Betapa bodohnya seorang perempuan !!!
Memaki diri dalam beningnya cermin...
Menjadi hal yang tiada berguna,tiada peduli,tiada hati,tiada ....dan tiada.....

Hidup setelah mati...
Membawa beban yang terpasung
Dihadapan beribu keindahan terpampang
Beraneka bunga,serangga ,bahkan hamparan warna kian menggoda
Menghujat diri dalam keadaan
Menggerang dalam panas kesakitan
Melepas dalam tangis , lelah......lelah.....lelah....

Saat kesukaan menjelma , ingin melihat dari kejauhan
Kala kebencian....mendekatlah, hiburlah....
Permintaan bodoh , terlalu...
Begitulah ,mengertilah

Ketika mati berlabuh
Semua tlah menghilang , lupa , bosan ....
Kini mata bisa bernyanyi
hati bisa menangis ,sejak melihat hal yang tak patut,tak harap
Dan satu yang menghias suasana ,Tidurlah ....
Agar angan tetaplah angan
Agar kelam tetaplah kelam
Karna kata tlah kalah dengan buaian
Karna jiwa tlah pingsan terabaikan
Hanya sesak yang menyeruak
Hanya lebur yang menghambur - hamburkan fakta
Meski tangis tak terbungkus
Meski kata diselimuti isak
Meski percaya tiada ada....

hidup setelah mati kini mati lagi
Melumatkan labuhan yang berpura-pura
Menghantar ketinggian dan menjatuhkan lagi
Isakan tak kan pernah berhenti
Meski tlah mati.

Senin, 28 Maret 2011

Cacat

Biar petaka melewati bumi
Atap terbang membuyar biduk
Gemuruh hujan mendera sepi
Dan seonggok kebisuan berpendar
Tertangisi...


Adalah sakit 
Melepas waktu terbiasa
Menelan rengkuhan getir
Menginjak tandus atas bara
Merela dia yang melekat


Kesendirian ini ...
Mengaparkan jasad merintih
Mengusap suka yang habis
Dan entah...selagi petir tak henti menyambar
Karna semua...
Tlah cacat dipojok mata hatimu.

Jumat, 25 Maret 2011

Prahara...



ach...
Terlalu lemah kalau harus menangis
Jika tak tertampung senggukan gelisah
Cucuran sakit berbaur peluh
Merangkap bayangan kehancuran dibatas cinta

ach...
Kenapa saling bukan jaminan
Manis sekejap jatuh merangkak lumpur memar hati
Sentuhan lembut bak panah arjuna
panas bertubi menghangus singgasana...

Geram pada entah...
Benci pada ,masih dicari...
wangimu kini ,hilangkan sayang
Darah tertumpah balasan garam

Asa menipis,tak pantas menunggu...
Waktu sempit pacu egoku
Karna kini atau kelak
Deruan semakin mencelakai birunya hati

Ach.....
Entah....

Selasa, 22 Maret 2011

HAL SEDERHANA





Serasa , kau panah rembulan ,hentikan mentari
Mengepakkan sayapku seolah lelah tiada
Berkejaran penuh gelak
Memanjang warna bak jembatan ke istana awan


Senyuman menjadi langkah
Getaran bumi melebihi indahnya impian
Rencana sayang menerjang berkilauan
Sederhana tertutup kemewahan nyata


Rasakan ...
Ada cahaya
Tinggal memancar sinari hal kecil
Cara termudah ,hati bicara kerangka pikiran mewujud
Butapun melihat ,ombak istirahatkan gelombang


Merekahlah....
Mengaroma ,biarkan sikecil bersayap tertegun
Meski kelak....
Mata lupa wajah menghilang
Ikatan lama yang kan terkenang.


                                                                     HJ ; thank you post pictures...



Sabtu, 19 Maret 2011

Hai...



Haiii...
Biarkan hidup ini indah
Seperti rembulan dikala gelap malam
Menembus mimpi-mimpi penghabisan
Terkadang pendamping surya meredup

Haiii....
Katakan tentang hatimu,
Bak lautan menggiring buih ketepian
Semurni manis madu lebah ditaman...

Haiii...
Lepaskanlah buram reruntuhanmu
Sebarkan benih dalam gersang bukit menjemu
Kuasa gundah memudar...
Terwujud selaksa pelangi,meski tiada termiliki

Bilanglah tentang kekaguman
Tentang sinaran hati,atau tentang dambaan
Legakan menemani , saat keinginan mengetahui
Merebahkan lamunan - lamunan kekaguman lukisan-NYA
Hai....aku menyapamu,mengenalmu ,inginkan jelasmu.

Jumat, 18 Maret 2011

Lenteraku...



Kunyalakan Lentera sebagai kakiku
kaki yang melangkah terseok pasir
Ombak mendorong ketepian karang
Hempasannya meninggalkan luka ,perih buih membasuh

Lenteraku masih menyala
sesekali berkedip ,tiupan gulita
Kabut merambah antara bingung
Dingin....selalu menghias

Lenteraku enggan terlepas
langkah menyilang menuju bukit harapan
Jauh....
Tinggi..
Robekan tangis pecah sesaat

Lentera dalam genggaman...
Laksana lumut-lumut peraduan
mendinginkan jua membawa jejak terkilir waktu
Dan menghias saat sesak dan kesukaan
Jawabnya....hanya takdir pelepas masa

Selasa, 15 Maret 2011

Masih Ada...





Tertegun...
Melihat berseminya bunga-bunga hati
Diantara pohon meranggas
Seruan malam menghanyutkan sisi kalbu
Menjadikan puisi keanggunan


Ketika takdir berbicara
Rasa tak bisa menghilang
Laksana tembang-tembang kenangan
Merdu penuh impian usang


Sesaat ...
Luka lama bertemu penawarnya
Perih tak rasakan
Bahkan bencana didepan terkikis arus


Jika merasa...
Buaian lama bukan nyata
Manis sekejap semu tiada kira
Apa terjangan sekuat badai yang khan datang...
Ach...disayangkan

Minggu, 13 Maret 2011

Mimpi...



Dalam selimut malam aku terjaga
Diiringi gelap dan menggigil
Mata hati melihat jelas
Makna kesedihan , kehilangan , kematian

Kukibas seolah tak berarti
Dalam pejaman , seketika hadir menyirami bersama embun2 menetes...
Gemuruh , dingin ...
Ku bangkit dari mimpi

Ya Rabb...
Ketakutan nyata didepan mata dunia
Angin mengalir deras laksana ombak lautan
Tangisan langit menjadi
Kudapati kesunyian mencekam

Alam....
Kekuatan dasyat sejati
Melerai mimpi-mimpi fana
Menggiring hati yang kian terlena
Meluapkan syair -syair keserakahan

Mimpi...
Mimpiku terasa dalam langkah
Menendangku bersujud
Manakala isak dan menolak logika
Hadirnya memang firasat semesta

Jumat, 11 Maret 2011

Sendai



Bagai tiada henti sang bundar menggeliat
Porak-poranda menyapu sampahnya
Meluruhkan air mata terperih ,mengulas dosa
Menggelegar tatkala angin mengabarkan

Bumi tlah lelah
Tiada jeda menunjukkan koyakan kesabaran
Rintihannya tiada didengar
Berulang ...dan berlanjut hingga titik penghabisan

Sendai...
Bayangan kemusnahan
Bukti kekuatan - NYA
Ketukan hati-hati terkunci
Untuk mata buta Ridho-NYA

Sendai...
Tangisanku juga
Apa yang telah kuulurkan pada alam yang tak mati berzikir
Pada Rabb yang penyayang...

Sendai...
Hidup hanya pelarian
Menuju tambatan...dan kini lebur mewakili
Dahsyat kan terus mengulang
Hanya kita yang musti tersadar....

Kamis, 10 Maret 2011

Kutemukan...



Bila memang takdir
Kenapa hanya sekedar hadir
Biarkan kuahkiri rasa sakit padamu,hati...
Kubalut dengan buaian do'a

Ketulusan melukiskan
Bahwa sebenarnya aku mulai mencinta
Mengeja karena tlah terbiasa
Bersamamu merengkuh nada-nada senyuman kesejukan

Dipelataran aku kembangkan
Rasa bungah meniti hari
Melesat ,jauh mengalir disetiap nadi
Kurasa,memang semakin nyata kuterima

Yaaa...
Mencinta do'a
Bercinta agama
Maha kasih bertebar damai...
Insyafkan jalan bencana...

Minggu, 06 Maret 2011

kata hati penyair



sedihku tak terkira,saat ada kehadiran tanpa busana
Kala beradu tapi hatiku tak tahu
Sungguhpun berlembar kau torehkan ,kau kiaskan
Jiwa sejati tak kan bisa mengerti

Seolah langit terbelah ketika ku baca lantunanmu
Temankah....atau sahabatku kah.....

Harapku...

Cakrawala hadir,senyumkan diri
Mengobati kata usang andai berdandan fatal
Biar terbawa kapas-kapas maaf
Bukalah tirai biar tak memanas....

Kata hati....

Aku tetap kerapuhan
Bakarpun kian mengabu
Dera mengalir semakin lebur
inilah ujud asli,bukan bungkusan palsu


untukmu...special


Menyendiri...



Merintih direlung hati tiada henti
Terpukul saat ucap mengalir dari sanubari
Pengertian harus menang ,meski terlunta

ya....
aku dapati terdekat tlah menjerat
benci aku acungkan,tak ingin berharap
kelelahan lara selama bersama ,tak jua mampu menghapuskan
Entah apa yang kuarungi,ombak menampar namun ikan menarikan kesukaan

tak terbendung ...
terjatuh tetesan kalbu,isakku tiada jeda
mengertikah engkau wahai ikan belati....
dalam kebencian tangan ingin membelai
saat keterpurukan kau melerai...

Bagaimana ....
Mengapa....
Duka kau senyumkan
Sehati...meski seujung kuku tak bisa seiring
Dunia tlah lain.....
pendayung tak kan mungkin ingin berenang

Maaf,...
jika iringanmu bukan lagu langkahku
bukan pendorong ,karna sesakkan dada
bukan penjelma dari karib yang tlah tiada
meski tak menolak dibalik tangisan

ucap hanya bunga
tapi wangi sebenarnya hanya kata jiwa
desiran angin menyampaikan
bisikan tentang hal tak bisa dicerna
andai nyata...
Legam waktu yang kan menelannya

Sabtu, 05 Maret 2011

Biarkan ....

Wahai penggembara...

Ibarat jiwa pengenal jiwa
Jiwa tak mengerti secuilpun tentang jiwa pengenal
Bisakah jiwa bernama....

Ibarat dekat ,tuturkan 
Ladang menghijau ,rimba ,dan ilalang enggan merasakan jejak
Istana megah kau abaikan....akankah gubug bisa menerima terbuka...
Jika mengerti seberkaspun menyiksa kalbu


Rimba raya menggeram...
Bebaskan isi yang ragam
Senandung.....atau rintihan
Bermekar membagi, melukis tiada henti
Alurkan tanpa berperisai
Sedang kau menikmati dengan bercadar
Seolah enggan dan hanya berperih

Kamis, 03 Maret 2011

JERNIH YANG KULIHAT





Sejernih hari yang mengalir melewati waktu
Merekahkan bunga mimpi kepastian
Antara onggokan naluri yang terbuang sempurna
Menggunung menebar tanya krisis percaya


Ketika ditanya penyebabnya...


Jika aku menampakkan seutuhnya
Akan ada yang berpaling dan meninggalkan begitu saja
Hingga yang terlihat begitu menakjubkan
Terambil bagiannya,sebagai bagian orang yang ditinggalkannya


DIKATAKAN JUGA :


Waspadalah terhadap jernih yang mengeruh sekali saja
Dan waspadalah dari teman beribu kali
Karena bisa jadi semuanya berubah
Menjadikan kilau sahabat yang berjurang malapetaka

Rabu, 02 Maret 2011

Layu...





Biarkan air mataku mewakili sakit yang menyayat ini
Kepadamu berkorban dengan paksa
Berulang dengan perih aku rangkai,meski hancur dan terus terulang
Kepadaku selalu salah


Biarkan bumi akan lebur...
Mungkin ini yang mewakili hancurnya pertalian
Membongkar pasung di danau darah
Hatiku terapung , begitu hampanya


Tak kan pernah ada...
Daripada pelangi dibalik hujan
Jenuh dalam larutan isak
Kini pelan dalam pembekuan


Rekatan puing ini merekah 
Sentuhanpun akan tergores
Jika......
Padam bara ,gunung saljupun tak kan mampu

Senin, 28 Februari 2011

Senyuman untuk seorang.......





Pemberianmu laksana permadani
Terhampar dipadang rumput menghijau
Bilamana kudatangi hadirnya emosi dan keinginan
Tertumpah....mengalir di lembar  warna mu


Sesekali tergores tentang wujud persembahan
Kepadamu kutujukan
Dan....
Dariku kau pintakan


Kuharap hanya tulus
Menerima 
Memberi


Ijinkan indah bersenandung
Cakrawalamu torehkan lukisan
Jua ini...
Senyuman yang tak kan lekang

Minggu, 27 Februari 2011

PENGERAT





Jika bercermin tak terlihat dirimu lagi
Kau luntur bak salju yang terbawa khatulistiwa
Aromamu pun musnah
terbawa angin gurun yg engkau singgahi


Dulu....
Kau seperti keuntungan bagi pedagang


Kini...
menjelma bagai pengerat diladang subur


Mudahkan aku pukul cerminmu
bersih dinding kalbu dari kharisma palsu
Hanya tuba dimadu berbeku




Musuh sejati kau ikrarkan
Jauhku karnamu
Bimbangku bukan tanyamu

Hanya pekikan ...!!!


Teman bukan sahabat...
Sahabat bukan kau...
Kau bukan temanku .

Rabu, 23 Februari 2011

Malam

Terjaga dari mimpi usia
Dingin menghempas dibawah linangan bintang
Suara -suara rintihan serangga malam
Menyayat dalam batas berlalunya kesunyian


Andai kelak aku berjalan
Dalam lingkup dunia kesenyapan
Bisakah jerit sesal tiada
Atau....
Kampung membisu dalam teriakan kesakitan ...


Tuhan...
semua kuasaMU


Harapku...


Runtuhkan lumuran khilaf fana ini
Pukullah selagi mentari masih bernyanyi
Deraikan air mata membuka hati
Hingga mulut terjejal suara untuk memuji


Malam...


Dikesendirian aku terbuka
Akan jalan kian berbelok
Langkahku tertarik rantai kehidupan
Apa yang aku kejar...


Malam...


Semoga tak sia-sia
Hanya ucap lirih dijendela basah
Renggutlah nyawa selagi kusu' berdo'a



Senin, 21 Februari 2011

MATI

Usai sudah perjalanan ini
Bergantinya usia kau tak lagi hadir
Seakan hujan tak membawa dinginnya
Mentaripun tak memberi panas sinarnya


Ku ingin sepi...
Merebahkan jiwa,walau tak lelap
Tak bisa lagi 
Gelap mewarnai


Tak mau lagi
Kau bicara sekedar mengisi cerita hati...
Menghantar angin berbisik kerinduan
Usai....


MATI...


Hati ini ...
Cinta ini
Sanubari ini
Jiwa ini



ANUGERAH TERINDAH

        
Hadirnya memang lain
Memberi artian cahya penerang bahtera cinta
Luapan kasih memancar dalam istana 
Putri impian mengubah langkah yang melemah


Kalian...


Senyum rekahan asmara
Lirik Ilahi kebersamaan
Untaian harap lukisan kalbu
Buah manis dilema kesabaran


Kalian...


Uraian Do'a...
Tetaplah landasan cinta kasih
Buanglah ragu ...
Belahan jiwa ,yakini,sayangi


Kalian...


Tangisan pemecah sunyi
Anugerah terindah...
Cantik dikala lelah
Manis , kelak manja dalam dekapan
Menyebutmu dengan merdu
Menyambutmu saat ragumu
Jelita...
Bak permata


Ya...
Si cantik Ivana...

Jumat, 18 Februari 2011

KEMANA



Kemana kau kini...
Lari dari setiap langkahku
Membisu...
Membuat palung pilu dihatiku


Wahai pemilik jiwa yang tenang
Salahkah langkahku...
Hingga kau tak lagi ingin mendekat
Tak jua terlihat...


Pemilik senyum termahal...
Jangan kau pilih kursi pesakitan
Karna bukan lagi ada harapan
Ijinkan aku hanya sebuah lukisan


Diammu adalah dilemamu 
Bukankah tak harus aku tertular 
Nyalamu ukiran jiwa
Pahamku, kembalilah untukku...



Kamis, 17 Februari 2011

ANTARA...



Aku menapaki dunia lain
Dunia yang bebas memilih
Tentang kisah tiada batas
Meraup mimpi dan khayalan


Sesungging senyuman kau tawarkan dalam kelelahanku
Berharap kisah andai waktu bisa terulang
Melantunkan kidung tentang masa silam
Tentang getaran hati ingin memiliki


Wahai bumi kesepian...
Bangunlah dari tidur panjangmu
Ukirlah wajah yang selalu tersenyum
Pemilik hati yang membawa lari belenggu kerinduan jiwa


Wahai dunia lainku....
Kutemui dia sebagai pengobat mimpi
Sedikitpun jangan kau mengeluh
Ijinkan kami berpegang teguh.


Selasa, 15 Februari 2011

SEDERHANA

Biarlah kau memandangku apa adanya.
Memang inilah aku...
Dari jiwa sederhana
Menikmati hidup penuh kesederhanaan pula.


Alam bagiku jiwa
Bencana bagi kalian
Tapi lebih dalam aku rasakan ,itulah wujud kesedihannku
ketika hujan turun , aku bernyanyi ...
Sebentar lagi sawahku menghijau
Saat bumi panas menggersang
Aku nikmati penantian terik senja
Ada wewangian alam disana..
Ada damai dan ribuan redup cerita


Inilah aku...
Disini....
Selalu kutuang kisahku yang sederhana
Tempat yang sederhana
Sedamai latar belakangmu...
Menghijau...
Setenang kampung halamanku.




Background blog `~ kampung halamanku Purworejo , sawah ini memberi makan keluargaku...

Nyanyian semu...





Indah suara yang kau dendangkan ditelingaku
Mendayu irama syairmu
Setiap kau mampu ,tiada kelelahan
Sayang...
Dawai yang kau petik tlah usang.


Syairmu...


Terima kasih tlah jaga dirimu
Tlah tersenyum bagimu
Kuatkan rapuhan hati
Maafkanku semua salahku


Syairmu...


Kau terdekat dalam kalbu
Kau embun untuk kau
Jernihnya hiasan hati


Syairku...


Tlah lelah...
Bosan , merapuh ,mengering...
Sejenak mengusap keinginanmu ...
Walau ...tiada arti buatku
Berarti lebih bagimu


Syair kita...


Cacian mereka
Tak sempurna...
Melukai..
Dilema ikatan suci.


Syair kita


Ku benci
Kau benci
Pagi menggayuh senja
Benar.....Hanyalah Nyanyian semu.





Minggu, 13 Februari 2011

MENGAPA...


Mengapa...
Aku menangis saat ini
Merasa Sendiri ,diAntara canda taWa

Sungguh ,...
Hadirmu berarti
Senyummu...
Tawamu...
Candamu...
Masakanmu...
Ajakanmu...


Ah....
Sunyi tanpamu..
Gelisah hariku


Adakah kau rasa...
Met Ultah 'a....
SeLalU setia MenantimU...

Jumat, 11 Februari 2011

JIKA TERULANG...

Daun gugur karena Tiupan Angin ...
Atau karena POHON yang tak memintanya untuk tinggal..




Hanyalah tinggal ranting '' kehausan
Menanti turunnya hujan
Mengharap sejuknya embun pagi
Dan mega memayungi




Jika terulang...
Jadikan ikatan sejiwa
Tak kan pernah habis Waktu...
Di puncak badai pun tetap Tinggal


Jika terulang...
Semua Rasa tak bisa lepas
Di waktu ini keteduhan berpeluh sayang trus mengalir
Dekapan erat menghijau menebar hasrat 
Ranting menyungging bunga'' keabadian




                                                                                                                       Jika terulang....
Jangan pernah Goyang
Semilirnya nuansa raga asmara
Hingga Sebatas KERLINGAN
 daunku nyanyian burung melena....


Jika terulang...
Terindah sayangku...
Jika terulang....
Tak kan jadi kenangan
Jika terulang...
Indah selamanya...


                                                                                                                               memo ( ^; ^; ) valentine' day...





Selasa, 08 Februari 2011

BATASAN



Kutebas panasnya surya
Kupeluk aliran dilema
Menghindar tak kan
Bahwasanya kerinduan tenang menanti jawaban

Berceceran tak ada sisa
Lumpuh dalam sepenggal gelora
Misteri kabut silih berganti
Menandai ungkapan isi hati

Terngiang syahdumu
Mendera ingatan kalbu
Hiruk pikuk tak jua menentu
Tabir kan selesai terungkap

Sabtu, 05 Februari 2011

Kau pernah mempesonaku , beribu malam menghias anganku
Kau bak surya yang terang....
Di balik kegetiran ini , hanya kita yang rasa
Tak kan habis rangkaian kata tentangmu...

Tiadamu kini...
Meski waktu tlah berlalu
Dan harap yang tlah sirna
Kau masih indah menari dipelupuk jiwaku

Kehilangan...
Menyakitkan...
Hanya kita...yang rasa
Bukan aku...atau Kau yang buat
Hanya takdir...
Hanya cerita....
Tapi kita yakin hati masih sama
Ada harap , ada cita cinta

Jumat, 04 Februari 2011

SATU KATA

Kata ini hanya untuk hati
Manakala berucap, nalar raga tak bisa pahami
Hanya satu kata dan itu
Cinta                                                            

Biarkan air mengalir
Biarkan angin berdesir
Biarkan burung berkicau merdu
Hingga lautan tak kan menyentuh pasir

Tuhan..
Memberikan ini , penuh keindahan
Kedamaian...
Hanya satu kata dan itu
Cinta

Walau tak kan menyadari
Entah tak terpaut
Atau karna waktu
Biarlah,sampai langit menyentuh bumi

Biarkan hati merasa
Luapan tak terucap
Getaran hingga relung terdalam
Hingga nanti ...saat mentari tak kan kembali

teman 1

Selasa, 01 Februari 2011

Catatan pagi

Pohon itu meliuk condong ke kiri
Anak kecil berteduh dan tertawa lirih
Berbisik mendekat , merasakah kata -kata yang berharga
Tapi pohon sombong itu tak menoleh sedikitpun,mungkin merasa tlah besar...
Atau tlah bisa menaungi rumput dan serangga sekitar ,tanpa melihat dari mana ia berasal.

Pohon,aku hanya bertanya dan jawablah dalam relungmu ...
kau tahu ...kenapa kau meraih asap , sedangkan yang bisa membinasakanmu si api ?
Jilatannya bagimu menghangatkan ,kau terlena mempermainkan asapnya sedang dahanmu mengusik ketenangannya.
Adakah kau rasa jika api membesar kau yang kan terbakar sedang asap akan menari di atas kehancuranmu.

Ibarat kau kapal dia adalah labuhanmu
Ibarat malam dia jadi bulan bagimu
Jangan sia-siakan...
Hilangkanlah keangkuhanmu ,kau tak pantas.
Tak sesuai kepakan dahanmu ,sementara kau hanya pohon berakar kesepian.
Berhentilah menggoda si api , lihat ! baranya kian memerah
Firasat bahaya bagimu.

Senin, 31 Januari 2011

SAHABAT JIWAKU

Kau kusebut air karena kudapati sebuah ketenangan
ya....datang tanpa mengungkap kesedihan hidupmu walau ku tahu banyak kau pendam
Kau mampu mendengar semua masalahku dengan sabar,dan tanpa curiga sedikitpun,sungguh kau emas bagiku berkilau tiada henti walau kita jauh.

Kau juga kusebut Batu,karna kudapati kesabaran.
Awalpun tak kumengerti tentangmu lama kita tak bersua,tapi kini kau beri satu pelajaran bagiku tentang ilmu ngemong dan perlu sabar tuk bisa itu semua.

Kaupun seperti Padi , disana ku dapat pelajaran rendah hati ,
Tiada sekilaspun ku tahu apa dan siapa dirimu , tanpa ku tahu sebenarnya kau orang hebat dan punya kharisma  tak kau ucapkan semua itu , mengundangku penuh kagum ternyata kau....

Kaupun menjadi Kupu-kupu
Membimbingku merubah diri ,semoga awal bulan ini aku bisa lebih baik dari kemaren dan itu selalu ucapmu.
Mengantarkan semangat hidupku ,meraih asa dan kau pun menepis galau di hatiku.

Kau selalu hadir saat ku merasa butuh , seperti bintang kadang nampak kadang menghilang.
Sahabat ,,,,kau selalu dekat dengan hukum-hukum Allah ,dan kau beri jarak karna kita bukan muhrim,tapi begitu tulusnya pengorbananmu ,bimbinganmu.

Kini kusebut kau sahabat jiwa
Tak kan tahu dirimu pun tak kan mau karna kau datang dengan membawa cerita lama...
Ku biarkan karna tak mungkin kau melewati batas agama,dan ku tahu hadirmu saat aku diselimuti mendung kehidupan ,dan selalu...kau buat aku tuk menangis melepas duka dan meninggalkanku saat ku mulai biasa tersenyum dan itu jadi harapmu,

to:org yg selalu sibuk...aq selalu salut pdmu , tq perhatianmu sampai saat ini...dan hanya utkku ...

Kamis, 27 Januari 2011

SEPUCUK SURAT SAHABAT ....

Part 1
Tolong,jaga cermin ini
Hanya itu yang ku punya
Andai kau senang tersenyumlah semanis mungkin
Andai sedih pandanglah,senyummu kan hadir...

Dan gantungkan dekat pembaringanmu
Jika kau mimpi kan merekammu
Menataplah,saat burukmu kan berganti keanggunanmu
Senyumlah saat kau tinggalkan

Salah padamu kan kau lihat
Tulusmupun kan nampak olehmu
Jaga cerminku
Karna disini ketulusan sejati tiada dusta cermin bercerita...

Rabu, 26 Januari 2011

BERAHKIRNYA PEMIMPI

Ketakutan ini membawa lelah
Bersembunyi dalam tebing
Panas terik mentari 
Kering mencekik tenggorokan bathin                                                                 

Ingin angin menyejukkan
Sebentar menina bobokan
Angan-angan mengembara
Menyusuri danau akal pemimpi

Ada yang tak bisa lepas
Tak pantas disandang....
Memalukan nurani
Merelakan kata senang tak terkira

Amukan angin mengganas
Menggigil ku terhempas
Ketakutan hadir kembali
Meringkuk,diam  ,terbata.....
Pemimpi pun terbangun,melupakan

AHKIR..

Bukan siapa-siapa
Tak ada sebuah arti
Tak punya muara
Sedikit harap namun tlah mati



Mengais dalam rumput kering
Mengharap basah
Menggenggam ombak
Memeluk rembulan

Hanya lilin
Apa daya....
Meleleh dan terus meleleh
Ahkirnya sirna

Senin, 24 Januari 2011

Ku panggil dia bintang....


aku ingin memanggil nya MENTARI....

karena dia adalah awal KeinDahan hari-hari ku.....

kadang, aku pun ingin memanggil nya SENJA....

karena dia adalah akhir KeindaHan hari-hari ku....


tapi...aKu lebih memilih menyapa nya BINTANG....

karena dia adalah awal dan akhir KeinDaHan HidUpku....






POST BY:R.PANGGIH B SASTROANDOKO

SECUIL DOA





ya Rabb....

jika benar Engkau ciptakan hati ini dengan begitu banyak "ruang"

ijinkan seluruh "ruang Hati" ini hanya terisi oleh CINTA-Mu

namun jika Kau ciptakan pula "ruang Hati" untuk mkhuk Mu

biarkan Dia yg mengisi "ruang Hati" ini adalah yg Hatinya pun penuh atas Cinta-Mu



Ya Rabb.....

jika benar Hidup ini adalah sebuah Perjalanan menuju Cintamu....

ijinkan Cinta-Mu adalah satu-satunya yang menjadi penerang lanGkahku menuju Cinta-Mu

jika benar aku membutuhkan "makhluk Mu" untuk menemani Perjalanan Panjang ini,

pilihkanlah Dia yang mencintai Mu dan ingin pula meraih Cinta-Mu




BY;Panggih

EKOSISTEM

buat pendampingku
Hanyalah rumput di padang berair
Menghijau menggugah rasaku
Sukma senantiasa ingin selalu dekat
Mendatangi dalam rutinitas

Kau sambut mengangguk
Setumpuk interaksi terangkai
Dan berpagut balutan cerita
Pantas kusandang seusai raga

Sapi betina menghampiri bersama pengembala
Walau hadirmu rumput
Artian makan dan isian hidup
Butuhkanmu tak lepas waktu

Kudatangi...
Tak kau ahkiri tiada henti
Berlingkaran ,mengendalikan akal dan budi yang bergumul
Sedemikian serupa sehingga aliran materi dan energi
selalu terisi.

Hanya....

Kubuatkan bilik kecil dilubuk hati
Menetaplah walau hanya sederhana
Biasakan mengerti jiwa
Suasana sepi tlah terbiasa

Jendela kau buka
Aroma pasir kering hantarkan keluh hati
Tangan kau ulurkan membenahi
Ilalang berduri terkapar kini

Bilik bak istana saat kau bangun
Mereka riang mulai datang
Melengkapi redup cahya memudar
Aura kecil mulai terpancar

Terima kasih,hanya itu
Senyum mengembang dibalik bilik
Kau patut jadi pengisi
Menggantikan penghuni usang yang tlah hilang

sahabatku part 2

Minggu, 23 Januari 2011

Nyanyianku

Ketika ku buka jendela
Kegetiran datang menyergap
apakah karna hembusan angin bawa aroma rumput basah
Gemuruh air hujan ,menumpas nyanyianku
Tentang asmara yang sirna
Terkubur dalam dada
Aku kembali terduduk diatas kebekuan bara hati

ketika ku berjalan sendiri menyusuri sungai berliku
Apakah langkah ku bawa ke hulu ataukah ke muara
Gemuruh suara hati menikam kebisuan
ketika cintaku kandas
Terkubur dalam jiwa
Aku kembali terduduk diatas kebekuan bara hati....

Oh.... malam dengarkanlah syair dan nyanyianku
barangkali akan dapat menolongku
coba bawakan dia meski hanya lewat mimpi
Oh...kelam bicaralah .....oh demi semi cintaku....

Sabtu, 22 Januari 2011

SEKEDAR...

Andai hanya suara bisa mewakilinya
Tak kan....
Jika butiranmu menetes disudut jendela dunia
Terbayang salah atau beribu gundah

Terisak relung hatiku
Penuh tanya
Tapi tak terungkap
Dalam sayangmu penuh ragu




Kecewakah...
Atau kau datang hanya sebagai ombak?
Ada dan menjauh....
Buihmu tinggalkan perih
Menyayat dalam angkuhnya karang

Andai bisa menyelam
Kan kuterjang kerasnya gelombang
Sirnakan tanya
Walau duka yang kan melanda

Tapi...
Satu lagi ,ku ingin jadi angin
Biar kau tetap gelombang
Ingkarpun jauh dan tak kan mekar.

Kamis, 20 Januari 2011

True friend...

Jika kepakan sayap mulai mengadu
Berkedip bintang tunjukkan cerahmu
Berurai kasih kau tebar tak jemu
Pelangi senja selalu menyertai tujuanmu

Jauh membentang kau singgahi
Berlaksa mega kelam menyerang kepakanmu kini
Tak jua lunturkan tujuan nurani
Melanglang pasti kau tiada henti

Kharisma ...
Kau luapkan penuh tulus suka cita
Tiada harap dan imbalan jasa
Saat awan merasa sejuk terpesona

Tentang hujan ...
Kau dendangkan
Walau kau tau bertandang ku tak kan
Kepakmu bicara laksana mahkota bertahta berlian


    TO : true friend ....thanks for all your gift